««•»»إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ
««•»»
inna fii alssamaawaati waal-ardhi laaayaatin lilmu/miniina
««•»»
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.
««•»»
Indeed in the heavens and the earth there are signs for the faithful.
««•»»
Ayat ini menerangkan bahwa sebagai bukti Allah SWT Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, dapat dilihat pada kejadian langit dan bumi pada diri manusia dan binatang yang beraneka ragam macamnya. Ditegaskan bahwa di langit dan di bumi, banyak sekali terdapat tanda-tanda kekuasaan dan keperkasaan Allah.
Orang yang berpikiran dengan pikiran yang sederhana saja, pasti akan berkesimpulan bahwa di balik kejadian langit dan bumi beserta semua yang ada di antaranya, tentu ada zat yang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa. Apalagi orang yang tinggi ilmunya, tentu lebih dapat memahaminya lagi.
Dengan pemikiran sederhana, orang dapat mengetahui bahwa di langit terdapat bintang-bintang yang tidak terhitung jumlahnya. Di antara bintang-bintang itu terdapat matahari dan bulan.
Dengan mudah pula, orang dapat mengetahui bahwa setiap hari, matahari memancarkan sinarnya dan sinarnya itu amat berguna bagi hidup dan kehidupan manusia dan kehidupan makhluk yang lain. Kemudian, setelah tenggelam dan hilang di ufuk barat, terlihatlah bintang-bintang bertaburan menghiasi angkasa di waktu malam.
Di antara bintang-bintang itu, terdapat bulan yang bercahaya. Dengan melihat perubahan-perubahan bentuk bulan, orang dapat mengetahui perubahan dan pertukaran waktu, cahaya bulan itu sendiri berfaedah bagi tanaman yang sedang berbuah. Bumi sebagai tempat berpijak, juga tempat bercocok tanam.
Di dalam bumi, terdapat bahan-bahan keperluan hidup manusia seperti air, barang-barang tambang dan sebagainya.
Dengan pemikiran yang agak tinggi, orang dapat mengetahui keajaiban-keajaiban yang lebih mengagumkan tentang adanya hukum yang mengatur dengan rapi alam semesta ini.
Dengan penelitian-penelitian tertentu, orang dapat mengetahui bahwa langit yang kelihatan biru pada siang hari itu, bukanlah biru dalam arti yang sebenarnya, dan bukan pula asli dari langit, akan tetapi itu adalah suatu berkas saja dari cahaya matahari.
Karena cahaya itu mempunyai gelombang-gelombang pendek dan mempunyai getaran yang lebih kuat dibandingkan dengan berkas berkas cahaya yang lain, maka pada siang hari cahaya birulah yang dapat ditangkap oleh kemampuan indra manusia, lalu manusia mengira bahwa cahaya langit itu biru.
Tetapi pada saat-saat matahari terbit dan terbenam, cahaya yang berasal dari matahari telah banyak kehilangan unsur-unsurnya yang bergelombang pendek sebelum sampai kepada mata yang melihatnya. Oleh karena itu, cahaya yang kelihatan adalah kuning kemerah-merahan atau mendekati merah.
Dengan memperhatikan cahaya bintang-bintang yang bertaburan, orang mendapat pelajaran yang berharga dalam menentukan derajat panas dari tiap-tiap bintang itu.
Bintang yang bercahaya kemerah-merahan mempunyai panas yang paling rendah, sedangkan bintang yang berwarna putih kebiru-biruan mempunyai derajat yang paling tinggi. Dari rasi-rasi (gugusan) bintang, orang dapat menentukan arah dan mengetahui posisi atau letak sesuatu di permukaan bumi, baik di darat, di laut, maupun di udara. Sebagai petunjuk arah, orang dapat mengambil rasi pari sebagai petunjuk arah selatan dan rasi biduk sebagai petunjuk arah utara.
Demikian pula, dengan memperhatikan kedudukan matahari di antara bintang-bintang, orang dapat mengambil kesimpulan bahwa yang menyebabkan terjadinya siang dan malam itu bukanlah matahari yang melintasi bumi seperti diduga orang semula, akan tetapi perputaran bumi pada porosnyalah yang menyebabkan seolah-olah matahari mengelilingi bumi walaupun matahari itu beredar pada garis edarnya sendiri.
Dengan memperhatikan buah yang jatuh di permukaan bumi, orang dapat mengetahui adanya daya tarik bumi. Atas dasar pengetahuan inilah, orang menyusun hukum gaya tarik menarik yang berbanding lurus dengan masanya, tetapi berbanding terbalik dengan jaraknya.
Semuanya itu menunjukkan bahwa mencengangkan para cerdik cendekiawan. Hanya sedikit saja dari hukum-hukum itu yang telah diketahui orang masih banyak yang belum diketahui.
Makin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, makin banyak pula terasa olehnya ilmu yang telah diketahuinya, semakin jauh pula terasa olehnya jalan yang harus ditempuhnya dalam menemukan sebagian kecil dari ilmu Tuhan yang tidak terhingga luasnya itu.
Allah SWT Maha Luas ilmu-Nya dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Apakah bukti yang demikian itu belum cukup banyak bagi seseorang untuk meyakini adanya Allah, Maha Pencipta Yang Maha Agung, Maha, Bijaksana lagi Maha Perkasa?
Pada akhir ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan di bumi itu menjadi tanda dan bukti wujud dan kekuasaan Allah bagi Orang-orang yang beriman.
Dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan di bumi itu, orang yang berjiwa bersih, berpikiran sehat yang ingin mencari kebenaran dan tidak dipengaruhi oleh godaan setan tentulah akan menjadi orang yang menerima kenyataan bahwa Alquran yang diturunkan kepada Muhammad saw itu benar benar wahyu dari Allah yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia yang ingin hidup berbahagia di dunia dan di akhirat nanti.
Sebaliknya, jiwa seseorang yang dikotori oleh noda-noda kemaksiatan pikiran yang telah dibelenggu oleh kepercayaan syirik telah tergoda oleh tipu daya setan, maka bagaimana pun jelas dan cerahnya tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, mereka tidak akan dapat mengindrainya, tidak dapat merasakan dan menghayatinya, karena itu, mereka tetap bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Sesungguhnya pada langit dan bumi) pada penciptaan keduanya (benar-benar terdapat tanda-tanda) yang menunjukkan kepada kekuasaan dan keesaan Allah swt. (bagi orang-orang yang beriman.)
««•»»
Truly in the heavens and the earth, that is to say, in their creation, there are signs, indicating the power of God and His Oneness, exalted be He, for believers.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of37
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=45&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2http://al-quran.info/#45:3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar