Jumat, 24 April 2015

[045] Al Jaatsiyah Ayat 006

««•»»
Surah Al Jaatsiyah 6

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ
««•»»
tilka aayaatu allaahi natluuhaa 'alayka bialhaqqi fabi-ayyi hadiitsin ba'da allaahi waaayaatihi yu/minuuna
««•»»

Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.
««•»»
These are the signs of Allah that We recite for you in truth. So what discourse will they believe after Allah and His signs?
««•»»

Allah SWT menyatakan kepada Rasulullah saw, bahwa ayat Alquran yang dibacakan kepadanya itu adalah ayat-ayat yang mengandung bukti, dan dalil-dalil yang kuat baik dari segi asal Alquran itu (dari Allah) maupun dari segi isi dan gaya bahasanya. Pernyataan Allah itu telah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw kepada kaum musyrik Mekah, tetapi semuanya itu tidak dapat mereka terima, bahkan mereka bertambah ingkar kepada Rasulullah saw.

Pada waktu Alquran dibacakan kepada orang kafir Mekah, hati mereka mengakui ketinggian isi dan gaya bahasanya. Pengakuan ini langsung diucapkan Abul Walid, sastrawan kenamaan orang Arab waktu itu.

Kepada mereka diperintahkan agar memperhatikan kejadian alam semesta ini, kejadian diri mereka sendiri, air hujan yang turun dari langit yang menyirami bumi, sehingga bumi yang tandus menjadi subur, angin yang bertiup, dan sebagainya, semuanya itu dapat dijadikan bukti bahwa Allah adalah Maha Esa, Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.

Kepada mereka pun telah diutus seorang Rasul yang akan menyampaikan agama Allah kepada seluruh manusia. Rasul itu adalah orang yang paling mereka percayai di antara mereka, orang yang mereka segani dan orang yang selalu mereka mintai nasihat dalam menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang terjadi di antara mereka.

Rasul yang diutus itu dapat pula membuktikan bahwa ia benar-benar Rasul yang diutus Allah kepada manusia, misalnya dengan mengemukakan beberapa mukjizat yang diberikan Allah kepadanya.

Sudah banyak bukti yang dikemukakan kepada mereka, tetapi mereka tidak juga beriman. Sebenarnya, bagi orang yang mau menggunakan pikirannya, cukuplah beberapa bukti saja untuk menjadikan dia seorang yang beriman.

Itulah sebabnya maka Rasulullah saw diperintahkan oleh Allah SWT menanyakan kepada kaum musyrik Mekah tentang keterangan apalagi yang mereka minta yang dapat mengubah hati mereka sehingga menjadi beriman. Telah lengkap keterangan yang diberikan kepada mereka, tidak ada lagi dalil-dalil dan bukti-bukti yang lebih kuat dari pada yang telah dikemukakan itu.

Jika mereka tidak mau juga memahaminya dan tidak mau menerima bukti dan dalil-dalil itu, terserahlah kepada mereka sendiri. Mereka akan mengalami balasan yang setimpal akibat sikap kepala batu mereka itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Itulah) yakni tanda-tanda yang telah disebutkan itu (ayat-ayat Allah) maksudnya, hujah-hujah-Nya yang menunjukkan kepada keesaan-Nya (yang Kami membacakannya) yang Kami ceritakan (kepadamu dengan sebenarnya) lafal Bil haqqi ber-ta`aluq kepada lafal Natluuhaa (maka dengan perkataan mana lagi sesudah Allah) sesudah firman-Nya, yang dimaksud adalah Alquran (dan keterangan-keterangan-Nya) atau hujah-hujah-Nya (mereka beriman) orang-orang kafir Mekah itu mereka tidak beriman. Menurut suatu qiraat lafal Yu`minuuna dibaca Tu`minuuna.
««•»»
These, mentioned signs, are the signs of God, the proofs of His that indicate His Oneness, which We recite, relate, to you with truth (bi’l-haqqi is semantically connected to natlū, ‘We recite’). So in what [kind of] discourse then, after God, that is to say, [after] His discourse, namely, the Qur’ān, and His signs, His definitive arguments, will they, that is, the disbelievers of Mecca, believe? In other words: they will not believe [in anything] (a variant reading [for yu’minūna, ‘they believe’] has tu’minūna, ‘you believe’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of37
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=45&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2http://al-quran.info/#45:6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar